Kamis, 29 Desember 2011

sistem kepercayaan oaran melayu


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................
DAFTAR ISI................................
BAB I.................................
A.  LATAR BELAKANG..................... 3
B. RUMUSAN MASALAH....................
C.ISLAM, KEPERCAYAAN,KEAGAMAAN
MASYARAKAT MELAYU..................

D. KEPEDULIAN MASYARAKAT MELAYU
.. PADA BUDAYANYA.....................

E. KESIMPULAN.........................

DAFTAR PUSTAKA........................ 15











KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang atas rahmat-nya maka kami dapat menyelelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “KEPERCAYAAN,KEAGAMAAN dan KEBUDAYAAN MELAYU”.
Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah ISLAM dan TAMADUN MELAYU
Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penuliisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada teman-teman serta pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penulisan makalah ini.
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat buat kita semua.amin.
Tembilahan,25 Desember 2011

Kelompok XI

        KEPERCAYAAN, KEAGAMAAN, KEBUDAYAAN MELAYU

1.1  LATAR BELAKANG

Islam dan peradaban Melayu tidak boleh dipisahkan kedatangan islam telah mengubah dan merubah kehidupan keagamaan yang sebelum itu berabad-abad lamanya dipengaruhi oleh kepercayaan Hindu-Budhha
Setelah kedatangan islam, kehidupan baru manusia Alam Melayu atau nusantara dalam keserumpunan itu bertukar dari kepercayaan tahyul kepada suatu keyakinan yang mempunyai aqidah yang didasari intelektualisme dan rasionalisme. Islam telah membawa kesan yang meluas dan mendalam terhadap kehidupan sosial-budaya masyarakat dan membentuk corak kerajaan-kerajaan Melayu di Dunia Melayu dengan memperkenalkan berbagai sistem, serta memperkenalkan berbagai sistem, serta memperkenalkan dan meninggalkan tradisi keilmuan.
Islam dalam kebudayaan Melayu dikatakan denyut nadi dan degup jantung kepada kesinambungan sejarah rantau. Kemajuan bahasa dan budaya dalam suatu bahagian tamadun manusia di bahagian timur dunia sejak berabat-abad yang lalu.
Kesan kedatangan islam terhadap kehidupan sosial dan kebudayaan Melayu dan sistem berkerajaan merupakan suatu proses pembudayaan yang boleh dikaji dari berbagai sudut seperti pendidikan dan pengembangan ilmu, bahasa, kebudayaan dan kesenian, gerakan kesadaran politik, pembaharuan pemikiran, ketatanegaraan, soal hukum, sejarah wilayah, sistem sosial, aspek nilai dan sebagainya.
Melayu mungkin dapat digolongkan sebagai umat yang taat beragama. Setidak-tidaknya penghayatan syiar-syiar agama masih bersemarak Melayu masih menghormati hukum-hukum agama.

1.2 RUMUSAN MASALAH
          Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Bagaimanakah sistem kepercayaan orang melayu?
2. Bagaimanakah sistem keagamaan orang melayu?
3. Bagaimanakah kepedulian orang melayu terhadap budayanya?




1.3 ISLAM,  KEPERCAYAAN  dan  KEAGAMAAN MASYARAKAT MELAYU
Masyarakat melayu telah melalui beberapa fase perubahan dalam sistem kepercayaan . Antaranya masyarakat melayu telah menganuti kepercayaan animisme, budha, hindu, islam. Kendati begitu, antara ke empat  kepercayaan yang telah disebutkan, islam adalah agama yang telah memberikan kesan yang mendalam bagi hidup masyarakat melayu.

Kepercayaan dan keagamaan masyarakat Melayu meliputi tiga perkara yang sangat penting. Ketiga-tiga perkara tersebut ialah amalan dan kepercayaan masyarakat Melayu, magis Melayu dan islam sebagai agama anutan resmi masyarakat tersebut.


A.   Amalan dan Kepercayaan Masyarakat Melayu
   Kepercayaan masyarakat Melayu terhadap kuasa-kuasa ghaib memaksa anggotanya untuk mempunyai amalan-amalan ataupun upacara-upacara yang tertentu bagi menangani kuasa ghaib tersebut. Dalam hal ini, amalan meminta restu daripada “datuk nenek”sebelum membuang air besar ataupun kecil merupakan salah satu daripada amalan yang dipraktikan orang Melayu.
Selain itu juga terdapat beberapa upacara lain yang secara khusus dilakukan bagi tujuan-tujuan tertentu. Misalnya, dalam upacara mandi safar, masyarakat melayu akan melalui upacara permandian yang dilakukan pada hari rabu yang terakhir dalam bulan safar. Upacara tersebut dianggap sebagai upacara menolak bala’.
Antara amalan lain yang dilakukan ialah dalam kepercayaan orang melayu dengan benda-benda yang dianggap keramat, yaitu objek-objek yang mempunyai kuasa-kuasa sakti yang tertentu. Misalnya, kepercayaan terhadap makan-makan para ulama yang diyakini memiliki kelebihan yang luar biasa. Tempat-tempat makan tersebut dijadikan tempat pemujaan dan juga sebagai tempat persembahan pembayaran nadzar.


B. Magis Melayu
Amalan Magis sebenarnya merupakan sebuah amalan yang biasa dan sering ditemui dalam berbagai budaya, Dalam rangka kepercayaan dan Magis masyarakat Melayu, perkara yang sentral dalam mendekati konsep tersebut adalah konsep semangat.
Semangat merujuk kepada kuasa pemberian tenaga spiritual kepada individu maupun objek. Dalam rangka kepercayaan melayu , semangat seseorang itu dapat digugurkan dengan kaidah-kaidah tertentu. Menurut Hasim Awang : 2006.
Selain amalan magis diatas terdapat pula amalan tentang ilmu pengasih. Dalam hal ini amalan ini bertujuan untuk membuat seseorang jatuh cinta ataupun sayang terhadap pengamal ilmu pengasih tersebut. Misalnya dalam amalan menyapu minyak atar kepada kedua-dua bulu kening dan hidung sambil membaca shalawat atas nabi Muhammad tiga kali dalam satu napas.
Ilmu-ilmu tersebut hanya akan diajarkan kepada individuu-individu yang dianggap sesuai untuk mempelajarinya. Selain itu mempelajari ilmu pengasih juga untuk tujuan-tujuan tertentu seperti ingin mendapatkan pekerjaan, dan mengeratkan hubungan suami istri dan sebagainya.
C. Pengaruh islam pada Budaya Melayu
Kedatangan agama islam membawa perubahan yang sangat besar, mereka percaya bahwa islam adalah agama yang suci dan benar, atas dasar itu kesucian haruslah di pelihara.
Adapun kebudayaan jahiliyah yang dikikis islam antara lain : Khanah”tenung” dengan segala macamnya, patung berhala yang di sembah. Adapun kebudayaan yang diperbaiki dan disempurnakan antara lain ilmu bahasa, kesusasteraan, retorika dan lain-lain. Adapun kebudayaan baru diciptakan islam banyak sekali, antaranya rancang bangun seperti mesjisystem musyawarah dalam pemerintah ilmu syariat, ilmu berdebat, ilmu kedokteran, dan lain-lain.
          Kedatangan islam bukan saja bersifat membangun,tetapi juga menghapus jenis-jenis kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran islam”dalam buku akidah dan ibadah”, kemudian juga memperbaiki dan menyempurnakan jenis-jenis kebudayaan yang masih bisa diperbaiki. Dengan  demikian islam bertindak lebih maju untuk membangun satu kebudayaan .
          Konsep halal dan haram mencakupi bebbagai aspek kehidupan kaum muslimin, selain dari pada pengunaannya dalam konteks pemakanan, konsep halal dan haram turut mencakupi budaya, adat dan gaya hidup manusia. Sebagai contoh berzina merupakan suatu perkara yang diharamkan disisi agama islam.
          Islam memberikan pedoman kehidupan bagi masyarakat melayu. Kepercayaan kepada Allah SWt turut berarti bahwa orang melayu percaya akan rasul-rasul Allah serta ayat-ayat yang terkandung didalam Alquran. Kepentingan agama islam dalam konsep kepercayaan dan kehidupan masyarakat melayu.
          Pengaruh islam pada budaya melayu, seperti dipergunakannya aksara melayu, arab gundul, huruf jawi pada karya tulis melayu yang tersebar keseluruh dunia. Naskah melayu itu menyangkut kerajaan-kerajaan samudra pasai, malaka, banten, demak, mataram, riau-johor-pahang dan lingga.
          Dalam bidang lain pengaruh perkembangan agama islam dalam bidang kesastraan nampak pada karya-karya yang diciptakan oleh cendikiawan riau raja Ali Haji seperti gurindam dua belas yang ditulis dipulau penyengat pada 23 rajab 1263 H, Bustn Al Katibin pada tahun sembilan belas lima tujuh, tsamarak Al Muhimmah, kitab pengetahuan bahasa, silsilah melayu dan bugis sekalian raja-rajanya dan karya sastra lainnya.
Orang melayu mengaku identitas kepribadiannya yang utama adalah beradat istiadat melayu dan agama islam. Dengan demikian orang yang mengaku dirinya melayu harus beradat istiadat melayu, berbahasa melayu dan beragama islam.

Adat melayu di riau dapat di bagi menjadi tiga tingkatan yaitu:

1.    Adat sebenar adat
      Yang dimaksud adat sebenar adat adalah adat yang tidak dapat di ubah-ubah yang tersimpulan dalam “adat bersendikan syarak”, “syarak bersendikan kitabullah”.
2. Adat yang diadatkan
Yang dimaksud adalah adat yang di buat oleh penguasa pada suatu kurun waktu dan adat itu terus berlaku selama tidak di ubah oleh penguasa berikutnya seperti kata pepatah “sekali air bah, sekali tepian berubah”. Misalnya jika hendak memilih raja, tua hati betul, bermuka manis, berlidah pasih, bertangan murah, aturan hukum yang adil, mengasihani, hukum kekerasan dan berani.
3. Adat yang teradat
Yaitu ketentuan sebagai pedoman menentukan sikap dan tindakan dalam menghadapi dan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang merupakan kebiasaan turun temurun.


1.4. KEPEDULIAN MASYARAKAT MELAYU dan BUDAYANYA

Ciri utama orang melayu adalah beragam islam, beradat istiadat melayu, dan berbahasa melayu. Dari ciri utama itulah dapat disimpulkan bahwa masyarakat melayu sebagai penganut ajaran islam memiliki nilai-nilai  normatif yang dipegang dan dipedomani  yang berakar dari filosofi, “Adat bersendi syarak,syarak bersendi kitabullah.
Masyarakat melayu telah mewariskan ajaran-ajaran kepada penerusnya berdasarkan ajaran agama islam. Seperti Raja Ali Haji sebagai sastrawan , sejarawan, filosofi, yang melahirkan karya-karya terkenal.
Kepedulian masyarakat riau terhadap adat istiadat sangat memprihatinkan.adat istiadat hanya berperan sebagai ceremonial, artifical seperti penyambutan tamu, upacara perkawinan, festival, perlombaan, pertunjukan dan sebagainya.
Sistem kekerabatan menurut adat hanya formalitas saja,sedangkan pelaksanaannya semakin menipis. Bahkan  dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi kebanyakan generasi muda tidak lagi mengenal kekerabatan.
Dalam unsur kesenian, kepedulian masyarakat riau kurang membanggakan pula, nilai filosofis, ideologis melayu hanya tinggal nostalgia kejayaan masa lampau saja.

Budaya melayu yang merupakan bagian dari kekayaan nusantara akan terancam hilang jika tak dilakukan pelestarian. Dibina dan dilestarikan agar dapat menunjukkan jati dirinya sebagai aset budaya bangsa yang tidak akan terpengaruh dengan budaya asing, sehingga generasi muda tidak lupa dengan sejarah dan tidak malu untuk menunjukkan jati dirinya sebagai orang melayu.

Upaya-upaya yang dapat di lakukan antara lain adalah :
1. Mengali, mengumpulkan dan nmemelihara berbagai peninggalan seni budaya melayu sebagai dokumentasi sejarah dan budaya.
2. Mengembangkan budaya melayu agar sesuai dengan perubahan zaman, sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya tetap dapat dipakai sebagai acuan berpikir dan berprilaku dalam meyikapi dinamika global.
3. Mengankat peran perempuan melayu dalam menjaga budaya yang selama ini belum banyak diungkap dan dipahami masyarakat.
4. Memberikan imformasi dan pelayanan seluas-luasnya kepada masyarakat melayu tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan adat istiadat dan seni budaya melayu.
5. Mempromosikan budaya melayu kepada masyarakat luas, baik pada tingkat regional, nasional, maupun internasional.

1.5. KESIMPULAN
Sistem kepercayaan masyarakat melayu mencakupi tiga komponen yang paling,yaitu kepercayaan masyarakat melayu, Magis melayu serta islam. Antara tiga komponen tersebut walau bagaimanapun islam menjadi teras kepada konsep sistem kepercayaan masyarakat Melayu. Setiap satu dari pada komponen tersebut memainkan peranan yang tersendiri dalam proses kehidupan masyarakat melayu. Ia mengolah segala adat dan adab masyarakat Melayu. Kepahaman konsep kepercayaan masyarakat Melayu akan membolehkan seseorang individu Melayu untuk menyesuaikan dirinya dengan keadaan semasa dan membuat penilaian sendiri akan amalannya.

Sejak perkembangan islam dinusantara, kebudayaan Melayu memproleh pengaruh besar dari ajaran islam. Oleh karena itu, ciri-ciri budaya mmelayu disebut adalah berbahasa melayu, beradat istiadat  melayu, dan beragama islam. Mereka yang masuk islam sama dengan masuk Melayu. Dengan demikian untuk mmenghayati islam perlu pula nilai-nilai budaya Melayu dijadikan salah satu media dalam sosialisasi nilai-nilai tersebut terutama di kalangan pendukung Melayu itu.



































DAFTAR PUSTAKA


http://www. Scribd. Com. Doc. 14887868/Kepercayaan-
....  Warisan-Melayu

Suwadi, 2008. Peranan Kebudayaan Melayu dalam Memperkokoh Identitas dan Jati Diri Bangsa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Thamrin. 2006. Islam dan Adat Andiko. Pekanbaru: LAMR

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar